• Galeri24

Emas Batangan Bung Karno, Dongeng atau Fakta?

Dongeng emas batangan milik proklamator kemerdekaan RI, Ir. Soekarno, tampaknya masih terus tumbuh subur di tengah masyarakat. Soekarno, oleh sebagian orang dipercaya mewariskan emas sebesar ribuan ton yang tersimpan di suatu negara. Harta Bung Karno berupa emas batangan dan peninggalan emas lain juga dipercaya masih tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Hal inilah kemudian mendorong orang berbondong-bondong mencari emas yang mereka biasa sebut ‘harta karun’ - yang konon dapat mensejahterakan rakyat Indonesia serta keturunannya di masa depan.


Emas Batangan Soekarno, Dongeng atau Fakta?

Dilansir dari detikcom, cerita kepemilikan emas batangan Bung Karno bermula dari buku ‘Harta Amanah Soekarno’ karya, Safari ANS yang terbit pada 2014. Sejarawan, Asvi Warman Adam, menuturkan bahwa isi buku yang menceritakan perjanjian antara Presiden RI Sukarno dan Presiden Amerika Serikat (AS) John F Kennedy (JFK) dimana AS setuju mengakui bahwa kekayaan negara dalam bentuk emas yang jumlahnya 57 ribu ton emas berasal dari Indonesia hanyalah hoax belaka.


Perjanjian yang disebut ‘The Green Hilton Memorial Agreement’, juga mengisahkan dana dalam bentuk emas tersebut diklaim Bung Karno kepada Amerika sebagai harta rampasan perang. Perjanjian itu ditandatangani oleh Bung Karno dan Kennedy, serta seorang saksi dari Swiss bernama William Vouker pada 14 November 1963 di Jenewa, Swiss.


Safari, sebagai penulis buku tersebut sendiri percaya bahwa Indonesia memiliki simpanan emas ribuan ton di Swiss. Bahkan, dia mempercayai ada banyak pejabat di Indonesia yang berusaha mencairkan harta Bung Karno tersebut secara diam-diam. Dia mengakui memiliki salinan dokumen sebagai bukti penguat informasi dalam bukunya.


Hoax Emas Batangan Bung Karno di Swiss

Emas batangan milik Bung Karno yang konon bisa mensejahterakan tujuh turunan rakyat Indonesia memang masih menjadi misteri. Namun, kecenderungannya informasi tersebut tidak dapat dibuktikan. Apalagi ditambah dengan fakta-fakta lain yang menunjukan kesalahan pemahaman dan unsur penyesatan informasi.


Asvi sendiri selaku sejarawan, meragukan dokumen-dokumen yang dijadikan rujukan oleh Safari. Keraguan pertama, perihal cap stempel yang dipakai Presiden Indonesia saat itu Bung Karno. Seharusnya, cap tersebut bergambar padi, kapas, dan bintang. Namun, yang terlihat justru cap stempel bergambar Garuda Pancasila di dalam dokumen The Green Hilton Memorial Agreement.


Keraguan kedua yaitu pihak AS hingga kini tidak pernah menyinggung soal perjanjian The Green Hilton Memorial Agreement. Pertemuan antara Bung Karno dan Kennedy pun saat itu membicarakan soal dukungan AS untuk pengembalian Irian Barat, bukan membahas ‘The Green Hilton Memorial Agreement’.


Keraguan ketiga yaitu pada 14 November 1963 yang diklaim terjadi perjanjian ‘The Green Hilton Memorial Agreement’, ternyata Kennedy berada di Amerika untuk menggelar jumpa pers di Auditorium Departemen Luar Negeri, bukan di Swiss. Pertemuan antara Bung Karno dengan Kennedy pernah terjadi pada 24 April 1961.


Hoax Emas Batangan Bung Karno di Indonesia

Bukan saja di Swiss, keping emas Bung Karno juga dipercaya tersebar di berbagai penjuru tanah air. Alih-alih mendapatkan emas batangan Bung Karno, justru yang marak beredar adalah penipuan. Cerita tentang penipuan emas batangan Bung Karno sudah sering kali terjadi. Salah satunya di Desa Panapalan, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi. Seorang warga di sana tidak sengaja menemukan emas batangan bergambar Soekarno. Namun, dari hasil pengecekan oleh kepolisian, kadar emasnya hanya 8,4 persen. Bahkan, diduga emas batangan tersebut terbuat dari bahan kuningan.


Cara Cek Emas Palsu

Di tengah simpang siur informasi, mengetahui keaslian emas batangan adalah hal terpenting. Kabar keberadaan emas batangan Bung Karno, bisa dijadikan sarana oleh sebagian orang yang mencari kesempatan dengan melakukan aksi kejahatan. Oleh karena itu, Anda harus lebih waspada dan teliti soal emas apalagi bila ingin dijadikan investasi masa depan. Apabila kita mampu mengenali tanda-tanda emas batangan yang palsu, tentunya kerugian besar untuk investasi ini bisa terhindarkan. Berikut ini ada beberapa cara mengenali emas palsu.


- Cek Fisik Emas

Cara paling mudah untuk mengenali keaslian emas adalah melihat fisik emas secara langsung. Emas yang asli memiliki cap pada bagian permukaan yang menandakan kadar emas tersebut. Sebagai contoh, terlihat di dalam finesses (1-999 atau 0.1-0.999) atau dalam karat tertulis 10K, 18K, dan 24K.


- Gigit Emas

Metode ini umum dilakukan untuk mengecek keaslian emas. Cara ini sebenarnya juga sering dilakukan oleh atlet olahraga yang menggigit medali emasnya untuk menjelaskan bahwa emas tersebut asli. Emas yang asli akan meninggalkan bekas goresan gigi pada permukaannya. Tapi sebaliknya, jika emas itu keras dan tidak meninggalkan bekas goresan gigi, maka itu adalah emas palsu. Sebab pada dasarnya, emas merupakan logam yang lembut, semakin tinggi karatnya, maka semakin lembut juga emas tersebut.


- Perubahan Warna Emas

Untuk mengetahui keaslian emas selanjutnya adalah dengan mengecek perubahan warna emas. Anda bisa menggosok emas di bagian-bagian tertentu yang sekiranya sering memperoleh gesekan atau goresan dengan menggunakan jari. Nantinya, apabila emas tersebut memperlihatkan warna yang tidak seragam atau pudar, maka bisa dipastikan bahwa emas tersebut merupakan emas palsu.


- Digoreskan Pada Keramik

Cara membedakan emas asli dan palsu berikutnya dengan dengan menggoreskan emas pada keramik atau kertas. Jika digoreskan dengan keramik atau kertas terdapat warna hitam, maka emas tersebut adalah palsu. Jika tidak meninggalkan goresan maka emas tersebut adalah asli.


Emas asli tidak akan meninggalkan bekas jika digoreskan di kertas atau keramik. Jika meninggalkan bekas kehitaman atau goresan, maka emas tersebut palsu. Namun ingat, cara ini emang terbilang cukup berisiko karena dapat merusak emas.

174 views0 comments

©2021 by Galeri 24. Proudly created by G24 IT Dev Team with ♥