Kabar Emas
24 Mei 2024

Emas Sebagai Alat Transaksi pada Zamannya

Bagikan
article-cover-images/a0ef03acb7068fde51defef59acb9a49

Selama berabad-abad, emas menjadi logam mulia yang mampu mempertahankan nilainya dengan cukup stabil. Dalam sejarah emas, tidak sedikit orang yang melihat logam mulia ini sebagai barang berharga yang memiliki sejumlah keunggulan dan kegunaan.  

Sudah sejak dulu orang-orang menjadikan emas sebagai tabungan masa depan, aset lindung nilai hingga investasi. Namun, tahukah Anda emas juga dulu pernah menjadi alat transaksi?  

  Sejarah Emas 

Emas memiliki sejarah yang panjang, mulai dari penemuan pertama pada ribuan tahun sebelum masehi hingga sekarang menjadi aset yang umum dijadikan investasi. Berikut sejarah panjang emas dari zaman dulu hingga sekarang. 

1. Emas pada Peradaban Kuno 

Mengenai kapan pertama kali emas ditemukan memang tidak ada catatan pastinya. Namun, banyak yang meyakini bahwa emas ditemukan pertama kali di sungai-sungai hingga gua atau di dataran rendah lainnya.  

Pada 40.000 tahun sebelum masehi, ditemukan emas di gua-gua Spanyol. Logam mulia ini juga muncul dalam mitologi-mitologi Yunani yang dianggap sebagai benda berharga yang berasal dari langit. Tahun 2600 SM, bangsa Mesopotamia kuno (Irak) menempa emas untuk dijadikan perhiasan. Sedangkan penggunaan emas sebagai alat transaksi mulai dilakukan pada 1500 SM oleh bangsa Mesir.  

Emas juga menjadi barang berharga yang diperebutkan dalam peperangan zaman dulu. Salah satunya yang terjadi pada perang bangsa-bangsa Inca dan Aztec.  

Kemudian, pertambangan emas yang lebih modern dimulai oleh bangsa Romawi kuno. Pertambangan emas tersebut tentu sangat berbeda dengan pertambangan emas sekarang.  

Dalam catatan sejarah emas, bangsa Romawi menggunakan tambah hidrolik bertenaga air sebagai alat pertambangan emas. Tambang emas bawah tanah terus dibangun dan bahkan dilakukan dengan menggali gunung.  

Metode penambangan emas ini juga dipakai hingga tahun 1949 di Amerika Serikat. Tambah emas di Asia mulai dibangun setelah emas digunakan sebagai alat tukar oleh pedagang Cina dan India. 

2. Standar Emas (Gold Standar) 

Standar emas atau gold standard adalah sistem kebijakan moneter yang menggunakan emas murni sebagai alat transaksi atau alat pembayaran yang sah. Sejarah standar emas sudah dilakukan sejak periode kuno, namun sistem yang lebih modern mulai berkembang pada abad ke-19.  

Inggris menjadi salah satu negara yang pernah memberlakukan standar emas sekitar tahun 1880. Popularitas sistem ini terjadi di era Victoria saat Poundsterling Inggris menjadi mata uang internasional.  

Di tahun 1870an hingga tahun 1971, Amerika juga menerapkan sistem standar emas. Negara lainnya yang menggunakan sistem ini adalah Jerman dan Jepang. Pada masa itu, emas sangat menentukan perkembangan moneter di seluruh dunia.  

 Tantangan sistem standar emas ini mulai terasa sejak Perang Dunia I. Perang mengakibatkan inflasi karena produksi uang kertas yang terlalu banyak dan pasokan emas dunia yang ikut menurun drastis. Jatuhnya standar emas terjadi usai Perang Dunia II selesai. 

3. Lonjakan Harga Emas pada Awal Abad ke 20 

Sejarah emas mulai masuk dalam sistem keuangan global adalah pada tahun 1913 atau saat terbentuknya Bank Sentral Amerika (The Fed). Menjadi tugas The Fed untuk menstabilkan harga logam mulia tersebut bersama dengan nilai mata uang.  

Setelah itu, pergerakan harga emas mulai dipengaruhi oleh berbagai peristiwa penting yang terjadi di dunia. Pada tahun 1930an, harga emas pernah bergerak liar akibat krisis moneter parah. Tercatat lonjakan harga emas yang melesat hingga menembus US$ 600 pada tahun 1980. 

4. Great Depression Tahun 1930 

Dunia pernah mengalami krisis ekonomi yang paling parah antara tahun 1929 hingga 1939. The Great Depression ini bermula di wilayah Amerika Serikat yang kemudian menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia.  

Amerika mengalami pelemahan daya beli yang mengakibatkan barang-barang menumpuk hingga pabrik-pabrik stop produksi dan melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Negara ini pun mengalami resesi dan banyak bank yang menyatakan pailit.  

Dalam sejarah emas, sistem standard gold yang masih digunakan dalam sistem moneter global membuat kondisi krisis di Amerika turut memberikan dampak hingga ke Eropa. Presiden Amerika Serikat, Franklin D. Roosevelt yang menggantikan presiden sebelumnya melakukan reformasi untuk memperbaiki sistem dan kondisi ekonomi yang carut marut.  

Di bawah kendali Presiden Roosevelt, Amerika kembali pulih dan angka pengangguran mulai berkurang. The Great Depression akhirnya usai pada tahun 1939 dengan pengalihan isu ke Perang Dunia II oleh Amerika Serikat. 

5. Bretton Woods Agreement 

Setelah kehancuran akibat perang Dunia II, Konferensi Bretton Woods diadakan dengan dihadiri oleh 44 negara. Konferensi ini menghasilkan Bretton Wood Agreement yang menentukan ketetapan nilai emas secara global.  

Pada saat itu, nilai emas secara internasional adalah US$ 35 per ons. Sedangkan untuk mata uang yang lain menyesuaikan dengan kurs atau nilai tukar terhadap dolar. Kenapa dolar Amerika yang dijadikan patokan?  

Hal ini karena Amerika dianggap memiliki cadangan emas dunia paling besar dan sebagai pemenang perang, Selama sistem Bretton Woods ini diterapkan, ekonomi global mengalami pertembungan yang cukup pesat.  

 Namun, memasuki tahun 1960an kondisi berbeda terjadi saat muncul ketegangan yang memicu inflasi global. Penolakan cukup besar terjadi yang tidak menyetujui gagasan untuk mendevaluasi mata uang dolar terhadap nilai emas.  

Sentimen negatif terhadap dolar ini membuat banyak bank sentral di berbagai negara yang menolak dolar. Akhirnya, Amerika mengumumkan bahwa tidak lagi menerapkan konvertibilitas dolar dengan emas dan sistem Bretton Woods pun runtuh. 

6. Akhir Standar Emas 1971 

Standar emas menjadi landasan bagi sistem moneter global selama beberapa dekade. Dimulai pada tahun 1870an hingga awal 1920an. Meski pernah diberhentikan sementara, sistem ini memainkan peran penting dalam mempengaruhi perkembangan moneter internasional.  

Sejarah emas dijadikan patokan nilai mata uang ini berakhir hingga tahun 1971. Amerika melalui pernyataan Presiden Richard Nixon secara resmi meninggalkan standar emas. Sejak saat itu standar emas berakhir dan beralih ke uang fiat atau konsep uang yang dikenal seperti sekarang. 

7. Perdagangan Emas pasca Akhir Standar Emas 

Meskipun era Standard Gold berakhir, namun permintaan akan logam mulia ini masih cukup tinggi. Sejarah yang panjang dengan sejumlah peristiwa penting dunia membuktikan status emas sebagai aset yang aman.  

Harganya tidak mudah jatuh meski kondisi ekonomi gonjang-ganjing, terjadi perang atau situasi geopolitik yang genting lainnya. Emas menjadi salah satu logam mulia yang paling banyak diperdagangkan hingga sekarang.  

Nilai emas pun cenderung meningkat setiap tahunnya. Pada perdagangan Jumat (23/5/2024), harga emas dunia tercatat menembus US$ 2.380,80 per troy ons. 

Emas Sebagai Alat Transaksi 

Berdasarkan sejarah emas, logam mulia ini sudah lama digunakan sebagai alat tukar atau alat transaksi dalam aktivitas jual-beli. Berat emas yang ditukar atau diserahkan tergantung dari jumlah uang yang dibutuhkan. Sebagai alat transaksi, berikut beberapa contoh penggunaan emas. 

1. Koin Emas 

Emas murni yang berupa koin-koin kecil digunakan sejak lama untuk alat pembayaran yang sah. Koin emas sebagai alat transaksi pertama kali digunakan oleh kerajaan Lydia di Turki sekitar 600-625 sebelum masehi.  

 Indonesia juga pernah menerbitkan koin emas sebagai alat pembayaran yang sah. Uang logam emisi 1970 yang diterbitkan Bank Indonesia dibuat dari emas yang terdiri dari pecahan Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000 dan Rp 25.000. 

2. Standar Emas 

Emas juga memiliki peran penting bagi ekonomi global terutama pada era standar emas. Menilik sejarah emas saat sistem gold standard ini digunakan, nilai mata uang ditetapkan berdasarkan jumlah atau berat emas.  

Seperti pada pertama kali diterapkan di Amerika Serikat, emas dihargai sebesar US$ 20,67 per troy ons. Kemudian, pada sistem Bretton Woods nilai mata uang Dolar dapat ditukar emas $35 per ons. Sedangkan Britania Raya mempertahankan nilai emas per 100 gram adalah 4,25 pound hingga adanya Bretton Woods Agreement tersebut. 

3. Transaksi Perdagangan Sebagai Alat Pembayaran 

Bangsa yang pertama kali menggunakan emas sebagai alat tukar adalah Lydia di sebelah barat Turki. Sistem tersebut tidak langsung diadaptasi oleh bangsa-bangsa lain. Barulah penggunaan emas sebagai alat pembayar mulai diikuti di Eropa pada abad ke 17.  

Namun, hal ini menyulitkan para pedagang Eropa yang melakukan transaksi besar karena emas tidak praktis dan rawan tindak kejahatan. Kemudian, ada Cina yang muncul dengan konsep baru untuk penerbitan surat keterangan yang menjamin kepemilikan emas.  

Jadi, kepemilikan emas dapat ditunjukkan bagi siapa pun yang membawa kertas sertifikat tersebut. Ini memudahkan penggunaan emas bagi para saudagar yang biasa melakukan transaksi dalam jumlah banyak. 

4. Digunakan sebagai cadangan mata uang oleh lembaga keuangan dunia 

Selain sebagai alat transaksi, emas juga digunakan oleh lembaga-lembaga keuangan dunia sebagai cadangan kekayaan mereka. Banyak lembaga dunia yang memborong logam mulia ini untuk menderivifikasi cadangan mata uang mereka dalam bentuk emas.  

Sebut saja Bank Sentral Amerika atau The Fed yang memiliki cadangan emas 8.133,5 ton pada 2023. Beberapa bank sentral dunia dengan cadangan emas terbesar lainnya adalah Deutsche Bundesbank (Jerman), IMF, Banca d’Italia, Banque de France, Bank Sentral Rusia, PBoC (Cina), Bank Nasional Swiss, Bank of Japan dan Reserve Bank of India. 

5. Digunakan dalam transaksi besar 

Pada transaksi-transaksi besar, emas juga menjadi alternatif alat pembayaran. Misalnya pembayaran untuk ganti rugi perang, pembayaran damai dan lain sebagainya. Salah satu peristiwa besar yang berhubungan dengan sejarah emas ini adalah Perjanjian Versailles 1919.  

Perjanjian yang dibuat oleh Big Four (Inggris, Prancis, Italia dan Amerika) ini menyatakan bahwa Jerman harus membayar ganti rugi konflik atau perang. Jumlah ganti rugi yang dibayarkan adalah 20 miliar Goldmark atau saat ini nilainya setara 7.000 ton emas. 

Kesimpulan 

Jadi, sebelum mengenal mata uang kertas seperti sekarang, orang-orang zaman dulu sudah menggunakan emas sebagai alat transaksi. Alasan mengapa emas dijadikan alat pembayaran adalah emas memiliki nilai intrinsik yang jelas.  

Fisik emas juga memiliki daya tahan tinggi dan nyaman disimpan, dibawa, serta digunakan untuk pembayaran. Emas dapat dipecah menjadi lebih kecil tanpa mengurangi nilai emas itu sendiri. Selain itu, nilai emas mudah diukur dengan konsisten untuk alat transaksi.  

Sejak awal digunakan sebagai alat transaksi hingga sekarang emas banyak dijadikan investasi, nilai emas cenderung stabil di berbagai kondisi ekonomi. Dilihat dari sejarah emas yang panjang, emas tetap menjadi primadona karena selalu likuid, artinya Anda bisa menjual kembali emas untuk dijadikan uang tunai.