• Galeri24

Ini Kelebihan Investasi Emas Lewat Aplikasi Online

Emas merupakan produk investasi yang menguntungkan untuk jangka panjang. Siapapun tentu ingin memiliki emas terutama emas batangan yang dianggap memiliki nilai investasi paling baik. Namun, di masa pandemi ini, membeli emas membutuhkan sarana yang cepat dan aman dalam bertransaksi. Pandemi membuat aktivitas masyarakat menjadi terbatas, terlebih saat bertransaksi emas secara offline. Aplikasi online hadir menawarkan kemudahan dalam berinvestasi emas. Apa saja kelebihan investasi emas lewat aplikasi online? Simak penjelasan berikut ini.


Kelebihan Investasi Emas dengan Aplikasi Online

Di tengah masa pandemi dan resesi ekonomi, harga emas kian menggiurkan. Hal ini mestinya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh calon investor agar kesempatan mendulang untung lewat emas lebih besar. Meski begitu, keinginan tersebut sedikit terhambat, ketika banyak peraturan protokol kesehatan seperti pembatasan jarak, jam buka toko harus dibatasi, dan anjuran untuk di rumah, membuat banyak orang cukup kesulitan membeli emas. Nah, kehadiran aplikasi mobile online akan memudahkan segala aktivitas jual beli emas Anda sekarang. Berikut beberapa kelebihan investasi emas lewat aplikasi mobile online.


1. Bisa Jual-Beli Emas Dimana Saja

Kelebihan pertama investasi emas lewat aplikasi mobile online yakni dapat melakukan transaksi dimana saja. Dalam kondisi seperti ini, Anda bisa me-remote transaksi dimana saja bahkan dari rumah. Proses jual beli emas menjadi mudah karena Anda bisa jual beli emas kapan saja dan di mana saja lewat aplikasi.


2. Pencairan Lebih Mudah

Kelebihan berikutnya yakni Anda tidak harus menjual emas kamu ke toko emas. Ini merupakan keuntungan investasi emas lewat aplikasi mobile. Ketika harga emas sedang naik, dengan cepat Anda tinggal membuka aplikasi dan mencairkan tabungan emas yang sudah dikumpulkan selama ini.


3. Pantau Harga Lebih Mudah

Harga perhiasan emas yang tidak menentu antara penjual emas yang satu dan yang lainnya terkadang menjadi masalah bagi investor. Dengan aplikasi mobile, tentu informasi tentang harga dan layanan yang diberikan lebih cepat didapat. Lewat layanan aplikasi, harga beli dan harga jual dipastikan tetap sehingga lebih menguntungkan bagi investor.


4. Risiko Investasi Paling Kecil

Harga emas dianggap cukup statis untuk jangka pendek Emas dikenal. Maka dari itu, risiko investasi emas jauh lebih rendah dibandingkan instrumen investasi lain. Untuk waktu singkat, dipastikan harga emas tidak akan mengalami penurunan tajam atau peningkatan secara drastis.


5. Bisa Dimulai dengan Nilai Kecil

Kelebihan lain investasi emas lewat aplikasi mobile yakni tidak ada batasan dalam nilai pembelian emas. Umumnya, platform memungkinkan investor bisa memulai berinvestasi dari nominal terkecil. Hal ini sekaligus menghilangkan anggapan kalau investasi emas membutuhkan modal yang besar.


6. Memiliki Tempat Penyimpanan

Aplikasi mobile menawarkan secara cuma-cuma tempat penyimpanan emas Anda. Oleh karenanya, Anda tidak butuh tempat penyimpanan khusus, seperti di brankas atau lemari rumah. Dengan berinvestasi emas lewat aplikasi, Anda juga tidak membutuhkan perawatan. Berbeda halnya bila membeli fisik, Anda harus merawat emas supaya tidak kusam dan rusak.


7. Harga Emas Terus Meningkat

Seperti diketahui, emas memiliki kenaikan nilai yang lambat. Namun begitu, prospeknya sangat menjanjikan. Terlebih di saat krisis ekonomi, emas bisa menjadi aset yang memberikan keuntungan. Jadi jangan khawatir berinvestasi emas dalam kondisi apapun.


8. Emas Pelindung Nilai

Kelebihan emas yang satu ini mungkin sudah dipahami oleh banyak orang yang berinvestasi di instrumen emas. Emas diketahui dapat melindungi nilai. Dibandingkan uang, barang elektronik, atau kendaraan, emas justru tahan terhadap inflasi. Selain itu, nilai tukarnya cenderung tetap ketika Anda ingin menjualnya berpuluh-puluh tahun ke depan.


Faktor Penyebab Siklus Harga Emas Antam

Jika Anda ingin berinvestasi emas, tidak ada salahnya pahami faktor-faktor yang mempengaruhi grafik kenaikan harga emas. Grafik naik turunnya harga emas disebabkan oleh beberapa faktor. Nah, berikut beberapa faktor penyebab yang harus dipelajari sebelum mencoba untuk berinvestasi, diantaranya:


1. Nilai Tukar Dolar

Faktor penyebab harga emas naik turun adalah nilai tukar dolar AS. Siklus harga jika disandarkan pada poin ini, akan terjadi perbandingan berlawanan antara harga emas dan nilai tukar.


Misal, jika nilai tukar dolar naik, maka harga emas antam otomatis akan melandai atau turun. Sebaliknya, jika nilai tukar dolar menurun, maka harga emas antam akan melesat tinggi. Kemungkinan, faktor ini akan mempengaruhi harga emas di setiap transaksi aplikasi mobile.


2. Jumlah Produksi Emas Dunia

Jumlah produksi emas di dunia juga berpengaruh pada grafik harga emas. Apalagi, saat ini produsen emas terbesar hanya dipegang oleh 6 negara saja seperti China, Afrika Selatan, Rusia, Peru, Amerika Serikat dan Australia, tentu kuota produksinya semakin ketat.


Selain itu, semakin menipisnya lahan pertambangan di negara-negara tersebut, juga menyebabkan produksi emas menjadi menurun. Akibatnya harga emas menjadi naik tanpa terkendali.


Lain soal jika cadangan emas di beberapa negara di atas seimbang dengan jumlah permintaan. Maka baru harga emas bisa ditekan ke batas standar bahkan jauh lebih murah.


3. Naiknya Jumlah Permintaan Bahan Baku

Naiknya jumlah permintaan bahan baku emas juga menjadi penyebab harga emas tidak menentu. Yang mana jika permintaan bahan baku semakin banyak, pasti harga emas antam akan meroket, disebabkan oleh persediaan bahan baku yang mulai sulit.


Apalagi di dunia ini negara pencetak emas masih bisa dihitung dengan jari. Karena yang paling banyak adalah negara penghasil perhiasan seperti Tiongkok dan India. Tentu ini juga berpengaruh pada siklus harga emas di setiap penjualan lewat mobile aplikasi.


4. Stok Cadangan Emas di Bank Dunia

Stok cadang emas di bank dunia juga berpengaruh pada siklus harga emas. Misalnya, jika bank dunia terus membeli emas tanpa berniat menjualnya, tentu harga emas akan meroket tinggi.


Jika siklus ini yang terjadi tentu investor kecil-kecilan akan kesulitan untuk memulai penyimpanan asetnya. Sedangkan investor besar akan menjual emasnya secara besar-besaran untuk mengeruk keuntungan.





18 views0 comments