©2019 by Galeri 24. Proudly created by G24 IT Dev Team with ♥

Jangan Sampai Terlambat! Inilah Waktu yang Tepat untuk Mulai Investasi


Sejak kecil Anda pasti sudah diajarkan untuk menabung. Namun masih banyak yang enggan memulai investasi sejak dini dan akhirnya justru menyesal karena terlambat memulai. Lalu, kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi?

Pada dasarnya, investasi dapat dilakukan oleh siapapun mulai dari umur berapapun. Warren Buffet bahkan sudah membeli saham sejak usia 11 tahun. Semakin dini berinvestasi, tentu semakin banyak keuntungan yang bisa didapat.


Mulai Investasi di Usia 20-25 Tahun

Usia muda seperti ini umumnya orang sudah mulai mendapatkan penghasilan, baik yang tetap seperti gaji maupun hasil freelance atau bisnis kecil-kecilan.

Usia ini adalah fase berlatih mengelola keuangan dan belum dapat mandiri secara finansial karena masih bergantung pada orang tua. Apalagi untuk mereka yang masih tinggal bersama orang tua, tentu biaya hidup lebih sedikit.

Di sisi lain, mereka belum memiliki tanggungan keluarga seperti anak atau istri. Dengan begitu, porsi investasi bisa dilakukan dengan lebih besar yaitu 60 hingga 70 persen dari pendapatan mereka.

Pada rentang usia ini, dianjurkan untuk memiliki investasi jangka panjang untuk investasi dana pensiun. Instrumen atau produk investasi yang dipilih dapat berupa saham, reksadana, maupun investasi emas.

Jika Anda ingin investasi emas seperti logam mulia maupun perhiasan emas, pastikan membeli di tempat yang aman seperti Antam, Pegadaian dan juga Galeri24 dari PT.pegadaian yang tersebar di seluruh Indonesia juga melalui website online www.galeri24.co.id


Mulai Investasi di Usia 26-30 Tahun

Pada rentang umur ini kondisi keuangan umumnya sudah jauh lebih stabil, karena fase menghabiskan duit dari euforia terima gaji sudah usai di sini. Namun, tidak sedikit pula yang sudah merencanakan pernikahan.

Dengan demikian, diperlukan perencanaan keuangan yang matang. Tidak hanya untuk biaya pernikahan namun juga persiapan dana untuk membeli rumah hingga kendaraan.

Nah, dengan bertambahnya kebutuhan, alokasi investasi pun bisa disesuaikan menjadi 30 hingga 50 persen dari penghasilan saja. Namun ingat, Anda juga harus lebih berhati-hati memilih produk investasi jangka panjang yang lebih aman.


Mulai Investasi di Usia 31-50 Tahun

Pada fase ini penghasilan yang diterima biasanya semakin tinggi, namun pengeluaran pun semakin besar. Kebutuhan keluarga bertambah banyak mulai dari dana pendidikan, asuransi keluarga, dan sebagainya.

Walau bagaimanapun, Anda tetap harus berinvestasi untuk persiapan dana pensiun. Setidaknya, alokasi investasi sebesar 20-30 persen dari penghasilan. Produk yang dipilih pun sebaiknya investasi jangka menengah atau jangka pendek.