• Galeri24

Kalung 24 Karat Tak Dianjurkan Buat Investasi Jangka Panjang? Ini Alasannya

Jika Anda suka membeli perhiasan emas, pasti sudah tidak asing dengan emas kadar 10 karat, 14 karat maupun 18 karat. Biasanya perhiasan emas tersebut terbagi lagi menjadi cincin, gelang atau pun kalung. Istilah 10K, 14K serta 18K digunakan untuk membedakan kandungan emas yang ada pada perhiasan. Akan tetapi, pernahkah kamu berniat untuk membeli kalung 24 karat murni?


Sejarah Emas 24 Karat

Sebelumnya, Anda sudah tahu kenapa kadar emas murni 24 karat? Kenapa bukan 100 karat ya? Jadi, istilah karat ternyata berasal dari bahasa Yunani keration yang kemudian diambil oleh bahasa-bahasa lain menjadi carat (Perancis), carato (Italia) dan qirat (Arab) yang berarti kacang polong. Pada zaman dulu, biji-bijian sering digunakan untuk menakar benda berkuantitas keciil.

Satu qirat sama dengan 4 butir kacang polong. Mulai tahun 1575 ukuran ini digunakan untuk menakar berat berlian. Ukuran keration Yunani ekuivalen dengan ukuran siliqua Romawi yang beratnya sama dengan seperduapuluhempat koin emas di zaman kaisar Konstantin dari Byzantium Timur.

Kemurnian Emas 24K

Sejak saat itu, karat berarti “bagian dari seperduapuluhempat” dan ditetapkan menjadi ukuran untuk mengukur kadar kemurnian emas (bukan beratnya). Dengan demikian emas 24 karat adalah emas murni (tidak ada campuran logam lain). Emas 22 karat berarti terdiri dari 22 bagian emas, 1 bagian tembaga dan 1 bagian perak.

Saat ini, sistem karat diperluas menjadi sistem millesimal, yang diterapkan untuk mengukur kadar kemurnian campuran platina, emas, dan perak. Sistem ini lebih mudah dipahami karena menghitung bagian-bagian per seribu logam murni yang terkandung dalam suatu campuran logam (alloy).

Jadi, jika disebutkan emas 750 berarti kandungan emasnya 75%, dan sisanya adalah logam-logam lain. Sistem millesimal menggunakan tiga angka bulat seperti contoh di atas. Di toko-toko emas saat ini orang pada umumnya tidak menggunakan karat melainkan menyebutkan prosentasi kadar emas, misalnya dengan menyebutkan emas 70, emas 80, yang berarti kandungan emasnya 70% dan 80%.

Adapun, emas yang paling umum digunakan dalam perhiasan adalah emas 18K atau 75%, yang mengandung 18 bagian emas murni dari 24 bagian. Enam bagian sisanya terdiri dari logam campuran lain.

Emas 24K adalah emas murni, bukan paduan dua jenis logam. Jenis emas ini memiliki kandungan emas 100%, tanpa perak, seng, nikel, paladium, tembaga, atau logam lainnya.

Dibandingkan dengan emas 10K, 14K, dan 18K, emas 24K memiliki warna oranye kekuningan yang cerah, yang terlihat sangat berbeda dengan emas yang biasanya kita lihat.

Lantas, kenapa emas harus dicampur logam lain? Jawabannya karena sifat dasar emas murni yang tanpa campuran sangat lunak. Sehingga, cenderung tidak tahan lama karena tidak tahan terkena goresan dan mudah berubah bentuknya.


Kalung 24K

Oleh sebab itu, emas 24K jarang digunakan untuk cincin tunangan, cincin kawin terlebih kalung 24 karat. Ada beberapa alasan mengapa perhiasan khususnya kalung 24K tidak cocok untuk dijadikan pilihan investasi perhiasan terbaik.

Pertama, perhiasan emas murni sangat rentan goresan dan mudah berubah bentuknya. Hal ini kurang memungkinkan apabila dipakai sebagai perhiasan sehari-hari.

Kedua, harga yang Anda beli pastinya akan lebih tinggi dibandingkan dengan kalung emas campuran dengan logam yang lainnya. Uang yang Anda keluarkan lebih banyak, namun produk yang Anda dapatkan tidak sebanding karena rentan rusak dan tak bisa dipakai dalam durasi yang lama.

Ketiga, dari sisi estetika, warna perhiasan terlebih kalung 24 karat akan sangat mencolok dipandang mata. Memang warna emas murni sangatlah indah dan berkilau, namun rona kuningnya sangat kuat.

Hal ini membuat sulit memadupadankan kalung 24 karat dengan beberapa warna pakaian Anda. Keseluruhan tampilan Anda jadi kurang seimbang. Namun, orang Indonesia rasanya masih banyak yang memilih investasi emas dalam bentuk perhiasan seperti kalung 24 karat.

Fakta ini diperkuat oleh data dari World Gold Council tahun 2018, yang menunjukkan kalau Indonesia menduduki peringkat kedelapan dengan permintaan emas terbesar di dunia. Sebanyak 64,1 metrik ton permintaan emas terjadi dengan 41.9 metrik ton adalah perhiasan dan 22,2 metrik ton adalah emas batang dan koin.

Data menunjukkan, permintaan emas di Indonesia akan tetap menanjak setiap tahunnya. Menyimpan emas menjadi salah satu alternatif bukan hanya berinvestasi, namun menjadi warisan keluarga.

Ini menjadi amat disayangkan, sebab banyak dari perempuan Indonesia masih menyimpan perhiasan bukan emas murni atau batangan. Hal ini membuat harga jual

sering kali tidak mengikuti harga emas murni di pasaran.

Padahal, ketika perhiasan tersebut disubtitusi menjadi logam mulia atau emas batangan, maka harga jual akan mengikuti harga global yang cenderung terus meningkat. Untuk itu, emas 24 karat menjadi simpanan yang bisa menolong ketika membutuhkan dana suatu hari.

Lalu bagaimana jika ingin investasi emas murni 24 karat? Jawabannya tentu pilih emas batangan. Kini, membeli emas batangan sudah sangat mudah. Namun, tetap cermat dalam memilih tokonya ya.

Biasanya, emas batangan murni atau logam mulia hanya bisa dijual secara retail di toko-toko seperti Antam dan Galeri24. Di Galeri24, sudah tersebar di seluruh Indonesia. Ini membuat Anda tak perlu was-was lagi untuk berinvestasi.

Galeri 24 merupakan bagian dari PT Pegadaian yang menjadi unit bisnis resmi penjualan logam mulia Antam dan perhiasan lainnya. Galeri 24 menyediakan pembelian secara offline maupun online. Galeri 24 menyediakan Emas berbentuk Logam Mulia dari berbagai Vendor untuk keperluan investasi jangka panjang Anda.

Selain itu, Galeri 24 juga menjual perhiasan emas berkualitas dengan desain trendy dan up to date, serta batu mulia seperti berlian yang bersertifikat.


©2020 by Galeri 24. Proudly created by G24 IT Dev Team with ♥