Pilih Investasi Emas atau Reksadana? Simak Perbandingannya

Investasi adalah kegiatan ‘mengendapkan’ dana pada sebuah aset tertentu dalam jangka waktu panjang. Ada dua pengalokasian dana dengan modal kecil yang bisa dijalankan yakni antara pilihan emas atau serta reksadana.


Jika dilihat keduanya, investasi emas lebih menguntungkan untuk jangka panjang. Meskipun begitu, tujuan investasi tetap lah sama yakni mengharapkan keuntungan atau return besar di kemudian hari.


Maka selanjutnya, ada beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan antara investasi emas atau reksadana



1. Kenaikan Harga Emas Stabil

Reksadana secara umum adalah menempatkan investasi pada saham-saham yang ada di Bursa Efek Indonesia (BI). Untuk menjalankannya, investor membutuhkan Manajer Investasi berpengalaman dan profesional yang akan mengelola portofolio saham dengan baik.

Salah satu jenis reksadana adalah reksadana pasar uang.


Investasi reksadana pasar uang memang cukup menjanjikan, tetapi tidak semua produk dapat memberikan keuntungan yang pasti selama per tahun. Keuntungan investor atas investasi yang sudah ditanamkan bisa lebih atau justru berkurang. Maka, diperlukan sedetail mungkin informasi tentang portofolio dari manajer investasi supaya penempatan dana lebih tepat.


Sementara itu, soal waktu investasi emas logam mulia lebih aman ketimbang reksa dana. Harga emas relatif bergerak secara stabil per tahunnya. Sebagai contoh, di tahun 2015 harga emas logam mulia misalnya berada di kisaran Rp 500 ribu per gram. Kemudian pada tahun 2020 atau dalam waktu lima tahun harga emas sudah naik menjadi Rp 940 ribu lebih per gram.


Meskipun harga emas jika dihitung setiap tahun tidak terlalu signifikan pergerakannya, tetapi cukup aman dan tidak terpengaruh terhadap inflasi harga. Dengan demikian, investasi emas cukup disarankan bagi pemula dengan jangka waktu 3-5 tahun atau 5 tahun lebih.



2. Bentuk Fisik

Mempertimbangan wujud investasi cukup menarik antara pilihan investasi emas atau reksadana. Sebagai sebuah aset, investasi emas memiliki wujud fisik yang bisa digenggam atau dirasakan oleh panca indera.


Seperti emas logam mulia bisa dilihat dan dipegang bentuknya. Begitupun, jika mengambil investasi tabungan atau cicilan emas. Kapan saja waktunya kita bisa mencetak fisik emas tersebut.


Sedangkan pada jenis investasi reksadana pasar uang, tidak terlihat wujud fisik instrumen investasi tersebut. Dalam menjalankannya, Anda cukup memberikan sejumlah uang kepada Manajer Investasi.


Selanjutnya, manajer investasi akan menempatkan dana pada produk seperti obligasi atau deposito. Sebagai investor, Anda nantinya akan mendapat laporan tertulis perkembangan dan keuntungan investasi yang sudah tercapai melalui pos elektronik.



3. Investasi Minim Modal

Dana awal pada investasi emas logam mulia ataupun reksadana memang terbilang kecil. Untuk reksadana, Anda cukup bermodalkan uang sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta, maka bisa langsung ikut berinvestasi di reksadana pasar uang. Mengapa murah? Dana ini umumnya akan ditempatkan oleh manajer investasi pada produknya masing-masing.


Sedangkan pada investasi emas logam mulia, Anda bisa menentukan pilihan emas sesuai dengan budget yang dimiliki. Ada beberapa pilihan emas logam mulia yang bisa dibeli untuk investasi atau tabungan dengan berat mulai dari 1g, 5g, 10, dan 100g. Sedangkan bagi pemula disarankan untuk memilih emas 2.5-5 gram.


Logam mulia sendiri dijual dengan harga dikisaran Rp 930.000 per gram pada bulan Mei tahun 2020. Jika, membeli emas di atas berat 5 gram lebih, maka harganya juga akan semakin murah dibandingkan membeli emas per gram.


Nah, sudah dijelaskan semuanya, jadi sekarang pilih investasi emas atau reksa dana?

Buat Anda yang ingin berinvestasi emas logam mulia yang aman dan terpercaya, Anda bisa membelinya langsung melalui Galeri24 dari Pegadaian. Pegadaian merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan status Perseroan Terbatas.


Sebagian orang mungkin masih mengetahui PT. Pegadaian hanya bergerak pada usaha simpan pinjam dimana Ketika Anda membutuhkan uang tinggal menggadaikan jaminan berupa surat kepemilikan barang ke Pegadaian. Akan tetapi, sekarang berbeda. Pegadaian sudah menawarkan produk investasi emas, logam mulia atau emas batangan.


Mulia Tunai


Ada berbagai produk investasi emas yang bisa dipilih, salah satunya adalah Mulia Tunai.

Produk ini merupakan bentuk layanan kepemilikan fisik emas batangan secara langsung kepada masyarakat. Emas batangan yang tersedia memiliki berat berkisar 5 gram sampai 1 kilogram.


Dalam pemasaran, Pegadaian turut menggunakan anak perusahaannya yakni Galeri 24 yang bergerak pada bisnis ritel logam mulia dan perhiasaan emas. Galeri 24 sendiri memiliki 70 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia.


Slogan ‘Beli Tanpa Was-Was’, Galeri 24 menjamin mutu keaslian emas yang dijual kepada masyarakat. Di unit bisnis ini, sistem pembelian emas menggunakan fasilitas Gadai Tabungan Emas atau KTE (Krasida Tabungan Emas). Sedangkan, produk yang ditawarkan oleh Galeri 24 antara lain Logam Mulia atau Emas Batangan dari beberapa merek seperti Galeri 24, Antam , UBS, dan Lotus Archi.


Selain itu, juga terdapat perhiasan dengan beragam jenis dan bentuk yang mewah, serta produk hadiah. Cara pembelian emas, Galeri 24 menerapkan dua sistem yaitu offline dan online. Pembelian offline dapat dilakukan langsung dengan membawa kartu identitas (KTP/SIM/Pasport) ke gerai resmi di tempat yang bertuliskan Galeri 24.


Cara pembayaran juga dapat dilakukan dengan metode cash atau transfer.

Sementara itu, untuk pembelian online, masyarakat bisa mendapatkan emas di toko online Galeri 24 yang ada di e-commerce, Tokopedia atau mengunjungi langsung website www.kataloggaleri24.com.


Dengan kata lain, tidak ada emas palsu yang Anda dapatkan di sini. Fisik emas batangan yang Anda beli sepenuhnya adalah emas murni dan atas nama pembeli langsung.

©2020 by Galeri 24. Proudly created by G24 IT Dev Team with ♥