Kabar Emas
9 Feb 2024

Ada Tanaman "Penghasil Emas" di Indonesia

Bagikan
article-cover-images/fb9ac7ae7e2f1d78d5d0140488b0ddc3

Menurut seorang pakar, Indonesia mempunyai tanaman penghasil emas yang potensinya belum termaksimalkan. Apa nama tanaman tersebut? Negara kita, Indonesia, dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan alamnya. Jenis kekayaan alam yang termasyhur di Indonesia ialah banyaknya flora atau tanaman. Bahkan baru-baru ini, seorang ahli atau pakar biologi menyebut Indonesia mempunyai tanaman yang mampu "menghasilkan emas."


Apa nama dan di mana tanaman tersebut bisa tumbuh? Selengkapnya bisa Anda lihat di bawah!


Tanaman Penghasil Emas di Indonesia

Melansir laman detik.com, ahli yang menyebut Indonesia punya tanaman penghasil emas diungkap oleh Pakar Biologi Tumbuhan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Hamim. Hal itu diungkapkan Hamim saat acara gelaran Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap IPB, beberapa waktu lalu. Hamim mengatakan, logam berat merupakan elemen yang tak mudah terdegradasi. Ia bisa sanggup bertahan di dalam tanah sampai ratusan tahun. Menariknya, menurut Hamim, ada beberapa jenis tumbuhan yang dapat menyerap logam berat dalam jumlah yang besar. Alhasil, kemampuan tumbuhan dalam menyerap logam bisa juga dimanfaatkan untuk membersihkan lingkungan atau biasanya disebut fitoremediasi.


Nah, emas sebagai logam yang bersemayam di dalam tanah, ternyata bisa diserap oleh jenis tanaman tertentu.


"Beberapa jenis tumbuhan dapat menyerap logam berat dalam jumlah besar di jaringannya, yang disebut tumbuhan hiperakumulator."


"Selain dapat digunakan dalam fitoremediasi, tanaman ini juga dapat digunakan untuk menambang logam-logam yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti nikel, perak, emas, platina dan thallium atau kegiatan yang dikenal dengan phytomining," ungkap Hamim, dilansir laman detik.com.


Guru Besar Tetap Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB ini lalu mengatakan, kalau potensi tanaman hiperakumulator belum teroptimasi maksimal. Ia pun menyebut beberapa lokasi yang biasanya ditemukan tanaman hiperakumulator. Beberapa daerah itu misalnya di daerah dengan kandungan logam tinggi, di tanah serpentin dan ultrabasa, seperti di Sulawesi, Maluku, Papua, serta Kalimantan.


"Kelompok bayam-bayaman (Amaranthus) yang tumbuh di sekitar tailing memiliki kemampuan akumulasi emas tertinggi, tetapi karena bio massanya rendah, potensi fitomining-nya rendah. Tanaman lembang (Typha angustifolia) juga cukup tinggi mengakumulasi logam emas (Au). Typha dapat menghasilkan 5-7 gram emas per hektar. Hal ini tentu memerlukan pendalaman lebih lanjut," ungkap Hamim.


Apakah Anda Tertarik Mendapatkan Emas?

Tak perlu repot harus "menanam" tanaman di atas, Anda bisa mendapatkan emas di Galeri 24! Emas di Galeri 24 berkualitas karena Galeri 24 adalah anak perusahaan dari PT Pegadaian. Dengan begitu, Anda akan mendapat jaminan emas berkualitas dan asli. Apalagi beli emas di Galeri 24 sangatlah mudah. Anda bisa beli emas secara online dengan melakukan transaksi di Shopee, Tokopedia, TikTok, G24 Mobile Apps, dan situs resmi.


Bagi yang ingin beli langsung, Anda bisa datang ke gerai Galeri 24 yang sudah tersebar ke seluruh daerah Indonesia. Produk emas dari Galeri 24 terbilang sangat komplet. Anda bisa menemukan ragam perhiasan cantik dari mulai cincin, kalung, gelang, hingga anting. Sementara untuk emas batangan, Galeri 24 menyediakan emas batangan mulai dari 0,05 gram sampai 1.000 gram. Sebagai wujud komitmen memasarkan emas berkualitas, Galeri 24 membangun unit produk emas sendiri yang sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia atau SNI. Dengan begitu setiap emas yang akan didapatkan publik kadar dan kualitasnya terjamin.


Jadi jangan ragu beli emas di Galeri 24. Beli emas tanpa was-was!