Harga Perak Ikut Melambung Selama Pandemi, Amankah Buat Investasi?

Emas merupakan instrumen investasi paling populer di dunia. Namun, tentu kalian juga sudah tahu kan kalau perak adalah salah satu jenis logam mulia juga. Dilansir dari berbagai sumber, perak merupakan logam dengan nomor atom 47.

Perak telah lama dinilai sebagai logam mulia. Lebih melimpah daripada emas, logam perak telah berfungsi di banyak yang sistem moneter pramodern sebagai spesi koin, kadang-kadang bahkan bersama emas. Kemurniannya biasanya diukur berbasis per-mil; paduan murni 94% dijelaskan sebagai "0,940 fine".

Kendati begitu, perak memiliki berbagai aplikasi di luar mata uang, seperti pada panel surya, penyaringan air, perhiasan dan ornamen, peralatan makan dan perabotan bernilai tinggi (muncullah istilah silverware), dan juga sebagai investasi dalam bentuk koin dan bulion. Perak digunakan industri dalam stop kontak dan konduktor listrik, pada cermin khusus, pelapis jendela dan dalam katalisis reaksi kimia.

Jenis logam dengan simbolnya Ag pada tabel periodik ini, juga bisa dijadikan perhiasan. Warnanya yang cukup mencolok tak kalah berkilau dengan emas.

Mirip dengan saudaranya, harga perak juga fluktuatif. Namun, para analis memprediksikan kalau harga perak tak pernah bergerak naik dalam jangka panjang.

Bahkan, kenaikan harga perak yang terjadi belakangan ini juga disinyalir karena bayang-bayang harga emas. Hal ini terjadi juga lantaran perak lebih banyak digunakan sebagai bahan baku industri.

Mengutip Bloomberg, Kamis (13/8), harga perak spot tercatat berada di level US$ 26,24 per ons troi, naik 2,86% dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Alhasil, secara year to date (ytd) harga perak sudah naik 47%, mengingat di akhir 2019 lalu, harga perak ada di level US$ 17,85 per ons troi.

Sementara itu, harga perak untuk kontrak pengiriman September 2020 naik 15 sen atau 0,58% menjadi US$ 26,13 per ons troi. Dilansir dari KONTAN, sentimen positif bagi harga perak masih datang dari kenaikan kasus Covid-19 di sejumlah negara serta isu stimulus dari Amerika Serikat.

Dengan kebijakan seperti new-normal, serta beberapa negara yang melonggarkan lockdown secara agresif seperti China dan Italia, permintaan perak pun ikut terdorong dan menjaga stabilitas harga perak pada kuartal II-2020.

Research & Development ICDX Nikolas Prasetia, menyebut, beberapa hal tetap harus diwaspadai, seperti harga perak yang sudah naik cukup tinggi. Hal tersebut bisa menjadi penghalang bagi industri untuk melakukan pembelian perak, apalagi selama masa pandemi kekuatan konsumen sedikit mengalami pelemahan.

Nikolas menambahkan bahwa di kuartal I-2020, permintaan perak dalam bentuk koin dan batangan sudah melampaui permintaan yang tercatat di 2019. Bahkan, harga perak sudah masuk dalam tren bullish sejak harga berhasil tembus US$ 21,2 per ons troi.

Meski harga perak ikut berkilau di tengah pandemi, namun emas tetap menjadi pilihan investasi terbaik untuk jangka panjang. Emas mempunyai nilai atau harga yang selalu naik setiap tahun. Selain memiliki nilai jual yang tinggi, emas ternyata juga sangat aman dalam berbagai keadaan serta stabil dan anti inflasi.

Karena nilai emas yang lebih sering naik daripada menurun, maka jika berinvestasi emas selama 5 tahun, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat.

Selain itu, emas juga jenis investasi yang paling tahan dari gerusan inflasi.

Saat terjadi inflasi, harga emas akan cenderung meningkat dan menjadi lebih tinggi. Tentu saja ini berbeda dengan harga perak yang tolok ukur sentimen lebih bergantung pada industri.

Keuntungan investasi emas selanjutnya adalah dapat melindungi aset. Investasi emas yang mampu berkinerja baik pada saat kondisi ekonomi sedang sulit membuat emas tak pernah kehilangan nilainya.


Tentu, ini menjadi daya tarik sendiri bagi jenis investasi yang berumur paling tua ini. Rendahnya korelasi harga emas dengan harga kelas aset lainnya membuat investasi emas menjadi instrumen yang menarik untuk melakukan diversifikasi portofolio investasi.

Emas jauh lebih mudah didapatkan


Perak lebih mudah teroksidasi terutama jika tidak dirawat dengan baik dan benar. Oksidasi perak akan membuat perak menjadi lebih kusam hingga dapat menimbulkan noda hitam. Hal itulah yang akan membuat perak tidak laku di pasaran. Baik perak batangan lokal maupun perak batangan impor, keduanya sangat mudah dipalsukan. Bagi investor pemula atau yang kurang paham cara membedakan perak asli dan palsu, investasi perak dapat sangat membahayakan.