Simbol Tunangan, Pilih Cincin atau Kalung?


cincin atau kalung untuk tunangan

Saat melakukan prosesi tunangan, sudah menjadi hal biasa ada simbol untuk mengikatnya. Paling banyak dipakai adalah cincin. Namun, bagaimana dengan kalung, apakah bisa? Lalu, mana yang terbaik, apakah cincin atau kalung?

Tak hanya dipakai sebagai aksesori, jenis perhiasan pun kerap digunakan sebagai simbol pengikat saat sepasang sejoli melakukan tunangan.


Jenis perhiasan yang umum dikenakan ialah cincin, tapi tak jarang ada pula yang menggunakan perhiasan lain seperti kalung.


Baik cincin dan kalung keduanya mungkin mempunyai filosofi berbeda.


Namun jika ditinjau dari berbagai aspek, untuk tunangan, mana yang paling baik, cincin atau kalung?


Untuk Simbol Tunangan, Pilih Mana; Cincin atau Kalung?


1. Makna atau Filosofi


Cincin, merupakan sebuah perhiasan yang konon sudah sejak zaman dulu sering dijadikan simbol pernikahan.


Dari bentuknya yang bundar, cincin acapkali dikaitkan dengan sifanya yang mengikat dalam keabadian, keterikatan antara pasangan.


Maka wajar, cincin paling banyak digunakan sebagai simbol pengikatan sepasang kekasih.


Sementara kalung, jenis perhiasan yang sering orang anggap sebagai simbol romantis dan penuh cinta.


Terlebih tempat di mana kalung dipakai, yaitu leher, merupakan area feminim seorang wanita.


2. Jenis


Baik cincin dan kalung, keduanya mempunyai banyak jenis yang dijual di pasaran.


Apalagi pada saat ini, model cincin dan kalung terus update, sehingga benar-benar mengikuti keinginan masyarakat dan tren.


3. Segi Tampilan


Bila ditinjau dari segi tampilan, cincin atau kalung, mana yang terbaik?


Tentu cincin dan kalung mempunyai karakteristik yang berbeda.


Semisal cincin, meski kecil, tapi ia menjadi daya tarik tersendiri dan bisa bikin penampilan tambah elegan.


Di luar itu, seorang yang menggunakan cincin menjadi tanda, bila ia sudah diikat atau sudah berpasangan.


Sementara kalung, secara fungsi, ia dapat mendongkrak penampilan, terlebih jika Anda mampu mix and match dengan gaya busana, kalung akan menjadi aksesori yang sangat tepat.


4. Kembali pada Keinginan dan Budaya Pasangan


Tak ada aturan pasti mengenai penggunaan cincin dan kalung untuk acara pertunangan.

Hal itu dikembalikan pada persetujuan kedua pasangan atau budaya di daerah masing-masing.


Pasalnya, tradisi masyarakat Tionghoa justru memakai kalung sebagai simbol pengikat pertunangan.


Sebab sejatinya, cincin dan kalung mempunyai kelebihan dan kekurangan.


Semoga ulasan di atas bermanfaat, ya.


5. Jangan Salah Beli Emas


Mau emas dan kalung, mereka sama baiknya, sebagai catatan pastikan bila Anda membelinya di tempat terpercaya.


Itu karena prosesi pertunangan merupakan acara sakral, sehingga emas yang Anda siapkan harus yang terbaik.


Lalu, di mana Anda bisa menemukan toko emas terpercaya?


Jawabannya di Galeri 24, anak perusahaan dari PT Pegadaian Persero yang menjual emas perhiasan dan batangan dengan kualitas terbaik.


Lantaran anak perusahaan PT Pegadaian, selain berkualitas, emas yang dipasarkan pasti resmi.


Apalagi pada saat ini emas yang diproduksi Galeri 24 sudah sesuai Standar Nasional Indonesia atau SNI.


Berbicara perhiasan, model perhiasan di Galeri 24 bisa dipastikan berbeda dan eksklusif dari tempat yang lain.


Musababnya, Galeri 24 sudah mempunyai workshop sendiri, artinya Galeri 24 bisa memproduksi emasnya mandiri.


Dengan begitu setiap emas yang diproduksi benar-benar dijaga kualitasnya.


Kelebihan lain, Galeri 24 melayani transaksi via daring, membuat Anda yang malas keluar rumah bisa membeli emas di rumah saja.


Namun, jika Anda ingin membelinya secara langsung juga bisa, lantaran Galeri 24 sudah mempunyai 100 distro lebih yang tersebar di seluruh Indonesia.


Jadi, segera beli emas di Galeri 24, beli emas tanpa was-was!

3 views0 comments